Mari Satukan Cinta UntuK Balita Indonesia

Apa Kata Mereka Bookmark and Share


Susan Bachtiar


 

Pendidikan untuk anak di Indonesia masih belum merata. Di Jakarta mungkin sudah cukup, tetapi anak-anak di daerah-daerah terpencil belum merasakan pendidikan yang layak. Hal itu memang terbentur beberapa kendala, seperti: biaya, jarak sekolah yang jauh, dan belum cukupnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan.

Keadaan tersebut, bisa diatasi dengan penyuluhan pendidikan. Misalnya melibatkan TVRI yang jangkauannya sampai ke daerah terpencil. Lebih baik lagi jika edukasi dilakukan secara berkesinambungan, dan melibatkan pemerintah setempat.

Sosialisasi pendidikan anak usia dini (PAUD) pada masyarakat, juga akan memberikan dampak yang baik bagi anak-anak. Sebab bisa melatih perkembangan motorik anak. Metode yang digunakan adalah belajar sambil bermain. Sehingga anak tumbuh cerdas, sehat, dan bahagia.


Jamie Aditya


 

Anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama seperti yang lainnya, walaupun mereka kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang selayaknya tapi dengan adanya PAUD mereka bisa mendapatkan pendidikan gratis dengan fasilitas yang sama bagusnya.

Saya bangga diajak bergabung untuk melihat langsung program Balita Cerdas di Sukabumi dan saya merasakan antusias anak-anak di Desa Benda untuk sekolah, betapa semangatnya mereka untuk bersekolah walaupun harus berjalan jauh dari tempat tinggalnya.

Dengan adanya Balita Cerdas, tidak ada alasan lagi anak-anak tidak bersekolah dan para orang tua agar lebih menyadari lagi pentingnya pendidikan usia dini. Semoga program ini dapat diikuti yang lainnya dan anak Indonesia semakin cerdas.


Shahnaz Haque
( Brand Ambassador P&G )

 

  1. Perkembangan anak di masa keemasan 0-6 tahun bagaikan sponge yang mampu menyerap apa pun. Tuhan menciptakan otak manusia dengan luar biasa, di masa tersebut bagaikan pondasi yang harus kokoh untuk masuk ke tahap 7 tahun kedua. Di tahap awal ini perkenalkan anak dengan segala macam permainan sebagai stimulus ke 8 kecerdasan manusia. Tetapi bentuknya bermain sambil belajar. Jangan putus asa kalau mereka bosan dalam mempelajari suatu hal. Orang dewasa yang mendampingi mereka hanya sebagai fasilitator agar potensi tersebut optimal. Jangan mereka dipaksa melakukan hanya berdasarkan obsesi orang tua, banyak belakangan ini terjadi, karena itu sudah masuk dalam eksploitasi.

    Sosiolog Morris Massey mengatakan ada beberapa periode perkembangan anak di mana mereka mengadopsi segala sesuatu yang mempengaruhi bahkan berdampak pada perilaku mereka. Di tahapan ini sedang 'imprint periode'. Apa yang dilihat, dilakukan akan menyerap langsung. Usia rawan karena mereka akan menganggap benar semua yang dilakukan. Itu sebabnya dekatkan mereka dengan banyak contoh baik. Tidak usah melalui verbal melainkan langsung dengan tindakan.
  2. Jika dikatakan balita Indonesia belum tersentuh pendidikan, harus betul-betul melakukan observasi di lapangan, terjun langsung, sebelum mengatakan hal tersebut. Karena jika mereka tinggal di kota, sekarang preschool sudah menjamur di mana-mana. Di kita anak umur 4 tahun akan masuk TK. Karena wajib masuk SD kelas 1 di usia 6 th. Jadi memang tidak bisa disama ratakan.

    Dalam pekerjaan saya, sering mewawancara little angels yang menolong pendidikan anak-anak miskin yang tidak mampu masuk sekolah resmi. Dan mereka ada di perkampungan, pelosok, bahkan di rimba sekali pun. Pernahkah tahu nama Butet Manurung? Ia salah satu orang hebat tsb. Ia mendirikan 'Sokola rimba'. Bahkan anak-anak tersebut sudah mempunyai prestasi menakjubkan. Mereka sempat membuat film tentang diri mereka sendiri sebagai anak hutan yang bahagia dan menang di festival film luar negeri. Jadi anak bangsa ini hebat, yang tinggal orang dewasa lakukan adalah membuka pintu-pintu kesempatan dan memancing mimpi mereka!
  3. Memang di negara maju sekolah gratis, dikasih makan siang dan buku tentunya. Indonesia harusnya menuju ke sana, tergantung apakah menteri pendidikan kita bisa mewujudkan hal itu. Karena setahu saya menteri pendidikan yang handal masih alm. Fuad Hasan.

    Kalau pun tidak gratis, janganlah buku sekolah diganti terus, atau kurikulum terlalu memberatkan siswa. Sehingga sekolah menjadi tempat yang tidak nyaman bagi murid dan guru. Jika sekolah di bangsa ini harus membayar, haruslah dengan nilai rupiah yang tidak terlalu mahal sehingga terjangkau.

    Memang masih banyak tugas yang harus diselesaikan dalam dunia pendidikan kita. Pernahkah tahu seorang putra Papua, Stefanus, yang sebelumnya hanya mengenakan koteka, pada tahun 2007 lalu berhasil mendptkan medali perunggu untuk lomba matematika tingkat dunia. Menilik kasus ini, kita dapat menyimpulkan banyak secercah harapan dengan keterbatasan lingkungan kondusif, gizi yang bagus, stimulus yang tepat, dengan keberlangsungan manusia yang cerdas.

    Di hari anak tahun ini saya ingin menebarkan banyak aura positif daripada hanya soal pesimis dan memandang sebelah mata terhadap potensi anak bangsa kita sendiri.

    Kesimpulannya, sebagai orang dewasa di usia anak-anak golden age, kita harus menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap bangsa ini. Apa pun 'tembok' penghalang di depan mereka akan mudah dihancurkan kalau mereka sudah dibiasakan tangguh. Bahkan jika tidak bisa hancur,mereka akan bisa meloncatinya karena akan menjadi lebih tinggi dan besar dari masalah tersebut.

Ira Wibowo
( Brand Ambassador P&G )

 

Adakah yang lebih membahagiakan, daripada melihat anak kecil tertawa bahagia? Adakah yang lebih mampu menghilangkan segala rasa lelah, daripada senyum dan binar mata si balita?

Tentunya kita semua sudah menyadari bahwa anak-anak merupakan pemilik masa depan...tapi sudahkah kita melakukan usaha yang cukup, untuk membantu anak-anak meraih masa depan yang terbaik yang bisa mereka dapatkan?

Perkembangan anak di masa keemasan ( 0-6 tahun) sudah selayaknya menjadi prioritas kita...Saat dimana mereka mengembangkan pemahaman tentang dirinya secara sehat..sebagai individu dan sebagai anggota keluarga maupun lingkunan sosial yang lebih luas...

Mari kita berikan mereka rasa dicintai...rasa terlindungi...Mari kita bangun bersama pengharapan, kita tanamkan nilai-nilai kebaikan...

Mari kita beri anak-anak kesempatan untuk belajar...belajar sambil bermain...

Mari kita berikan mereka kesempatan untuk senantiasa tersenyum dan tertawa renyah..

Karena keceriaan adalah milik mereka....


Donna Agnesia
( Presenter )

 

Menurut saya usia 0-6 tahun adalah usia yg sangat penting, mengingat di usia itulah akan terbentuk kepribadian & watak seorang anak. Jadi perkembangannya harus sangat diperhatikan agar mereka tetap memiliki kepribadian anak2 sesuai usianya tanpa terkontaminasi hal2 yg blm saatnya diketahui atau dilakukan oleh anak2. Karena itu akan mempengaruhi kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Sangat disayangkan di Indonesia masih banyak anak2 yg kurang beruntung karena blm tersentuh pendidikan yg seharusnya mereka dapatkan sedini mungkin. Untuk itu pemerintah seharusnya lebih memperhatikan mereka, karena mereka2 inilah yg akan menjadi generasi penerus bangsa yg nantinya bertanggung jawab terhadap pembangunan & kemajuan negara kita tercinta ini.


Darius Sinathrya
( Aktor & Presenter )

 

Saya sangat mendukung diadakannya PAUD atau sekolah gratis, agar anak2 yg kurang beruntung ini tetap mendapatkan kesempatan yg sama dg anak2 lainnya yg lebih mampu. Dan hal ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama utk menciptakan manusia2 Indonesia yg berkualitas.


Daisy Setiawan
( General Manager Proximity Indonesia )

 

Menurut saya masih banyak orang tua di desa-desa yang belum mengerti apa itu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), sehingga hal yang perlu kita lakukan adalah mengedukasi para orang tua tentang benefit dari PAUD bagi mereka dan anak-anak mereka.


Bambang Sumaryanto
( External Relations Director P&G )

 

Adalah menjadi komitmen kami, P&G untuk selalu berusaha membantu upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dimana kami beroperasi, khususnya di bidang pendidikan. Melalui program Hemat membawa Berkah ini, kami mengajak para pemakai produk kami untuk menyatukan hati dan bersama-sama membantu lebih dari 20 juta Balita Indonesia.

Baca lebih lanjut...

Ayo Dukung Bookmark and Share

Selama Bulan ramadhan, lewat slogan ‘Saving brings Blessings’ Balita Cerdas akan mengumpulkan donasi melalui pembelian produk-produk P&G melalui harga special (disertai tawaran manfaat ganda untuk konsumen). Selama Juli – Oktober 2009, program skala nasional ini juga didukung oleh merek-merek P&G yang telah dikenal, brand ambassadors, key accounts, dan diharapkan, program ini juga memperoleh dukungan penuh dari media dan masyarakat.

Baca lebih lanjut...

Mitra Balita Cerdas Bookmark and Share

Baca lebih lanjut...

Program Balita Cerdas Bookmark and Share

Membangun P&G Community Center ( Balai Rakyat ) sebagai sarana bagi masyarakat yang sekaligus menjalankan PAUD dan Daily Day Care ( penitipan anak ), POSYANDU, dan Pusat Pelatihan bagi orang tua.

Berkolaborasi bersama dengan customer, media dan selebritis, dsb.

Keterlibatan pegawai berupa partisipasi dalam program bisa dilihat seperti kader POSYANDU, khususnya dalam memberikan bimbingan kesehatan, aktifitas yang mendidik dan bimbingan pendidikan dan pelatihan bagi para orang-tua.

Detil program

  • Bagi Balita ( anak-anak < 5 tahun )
    • Day Care untuk anak-anak 0-3 tahun ( 2x seminggu )
    • PAUD untuk anak-anak 3-6 tahun ( 3x seminggu ) – LEARN
  • Bagi Ibu
    • Bimbingan kesehatan dan Nutrisi – termasuk program CSWD
    • Maksimalisasi aktifitas PKK – program pemberdayaan Ibu muda ( keahlian khusus, dsb ) – THRIVE
  • Aktifitas POSYANDU ( sekali sebulan ) – LIVE
  • Aktifitas di P&G community center ( Balai Rakyat )
    • Aktifitas keagamaan – khususnya bagi wanita
    • Pos Siskamling
    • Gedung serba guna

Baca lebih lanjut...

Anak-anak Balita Cerdas Bookmark and Share

Baca lebih lanjut...