Mari Satukan Cinta UntuK Balita Indonesia

Anak Yang Diidentifikasi Hiperaktif Bisa Normal Bookmark and Share

Joko (4 tahun) tampak sedang asyik mendengarkan guru membacakan cerita. Setelah itu tanpa canggung ia pun tampak mengambil crayon dan tangannya menari di atas buku gambarnya. Joko yang sejak kecil menutup mulut dan tidak mau berbicara, kini mulai percaya diri dan sesekali mencoba mengeluarkan sepatah dua patah kata.

"Sejak sekolah di sini, anak saya mulai berani bicara sedikit demi sedikit," kata ibunya Joko.

Lain Joko lain pula Andi. Andi (3 tahun) seorang anak yang sangat hiperaktif. Di rumah dia hampir tidak pernah bisa diam bahkan satu menit pun. Dia selalu bergerak ke sana kemari. Orang tuanya sering kewalahan menghadapi polahnya yang luar biasa aktifnya. Sampai akhirnya orang tuanya memasukkan dia ke pendidikan pra sekolah di dekat rumahnya. Kini Andi berangsur-angsur bisa berinteraksi seperti anak normal tanpa terapi khusus.

Sebenarnya betapa pentingnya pendidikan usia dini untuk anak usia 0 - 6 tahun. Karena usia anak 0 - 6 tahun merupakan usia emas, waktu yang sangat tepat untuk menggali segala potensi kecerdasan anak semaksimal mungkin. Namun sayangnya, pemahaman masyarakat akan pentingnya pedidikan usia dini masih terbilang rendah

Karena belum menjadi prioritas apalagi kewajiban, maka masih banyak anak usia dini yang berada di pedesaan serta merek ayang berasal dari keluarga miskin tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak sebelum memasuki jenjang wajib pendidikan dasar 9 tahun.

Mari satukan cinta untuk Balita Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar