Mari Satukan Cinta UntuK Balita Indonesia

Dimulai Dengan Door To Door... Bookmark and Share

Di sebuah desa Taman Posyandu di desa Benda di Kecamatan Cicurug, Sukabumi, tampak anak-anak balita berdesakan menempati bangunan rumah sementara untuk tempat mereka belajar. Segala sarana permainan seperti: ayunan, jungkat-jangkit, juga peralatan pendidikan seperti balok warna-warni dengan berbagai bentuk, kertas gambar, kertas berwarna... dan sebagainya semua tersedia.

Di desa ini kegiatan pendidikan didukung penuh oleh jajaran pemerintah lokal, Camat, Pak Kades dan Bu Kades juga kader-kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) yang dengan sukarela menjadi pengajar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Taman Posyandu.

"Di desa ini awalnya memang hanya ada 3 buah TK yang formal, sementara masih banyak anak-anak yang tidak tertampung karena orang tuanya tidak mampu. Lalu tahun 2006, sebagai penggerak PKK, kita mendirikan PAUD secara mandiri dan seadanya. Tempatnya numpang di madrasah dan berjalan hanya dengan 15 murid," kata Bu Kades.

Pada awalnya, untuk mengajak anak-anak sekolah tidaklah mudah. Karena itu, para kader yang nota bene ibu-ibu PKK mengajak orang tua yang punya anak balita untuk sekolah dengan cara kunjungan dari rumah ke rumah.

Hingga akhir tahun 2006, jumlah anak usia dini di Indonesia, tercatat sebanyak 28.364.300 anak. Anak yang yang menikmati layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), baik formal dan non formal, jumlahnya baru mencapai 13.223.812. Dari jumlah angka tersebut terlihat bahwa separuh anak-anak belum terlayani pendidikannya.

Fakta di atas, diperkuat oleh Laporan Unesco tahun 2005, dimana Angka partisipasi PAUD Indonesia termasuk yang terendah di dunia. Baru sekitar 20% dari 20 juta anak usia 0-8 tahun. Di dunia internasional, PAUD didefinisikan sebagai pendidikan bagi anak usia 0 sampai 8 tahun. Sedangkan Indonesia kategori PAUD, untuk usia 0-6 tahun. Unesco mencatat angka partisipasi PAUD di Indonesia lebih rendah dari Thailand (86%), Malaysia (89%), bahkan Filipina (27%) dan Vietnam (43%). Bila tidak segera dilakukan upaya cepat, maka dapat dibayangkan kualitas generasi masa depan bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga tersebut.

Untuk mendukung program pemerintah dalam rangka memberikan pendidikan bagi anak usia dini, P&G dan Unicef telah melakukan program untuk "Satu Tahun Seribu Balita Cerdas" Dalam dua tahun terakhir ini, P&G Balita Cerdas telah membantu penuh upaya penyelenggaraan 10 (sepuluh) PAUD dan bahkan empat diantaranya telah dibantu dengan pembangunan P&G Community Center (PGCC) di tiga desa di pelosok daerah Sukabumi. Saat ini lebih dari 1000 balita yang telah menjadi murid di sepuluh PAUD tersebut. Mereka belajar gratis tanpa dipungut bayaran. Mereka bukan hanya belajar dan bermain tapi mereka juga diajarkan cara hidup sehat. Dan dengan PGCC – sebagai Pusat Kegiatan Masyarakat yang sepenuhnya dimiliki dan dikelola oleh masyarakat, maka masyarakat setempat bisa memanfaatkannya untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi mereka sendiri. Misalnya kesehatan untuk ibu dan anak, kesehatan masyarakat, pelatihan ketrampilan (life skills)dan kegiatan sosial lainnya.

Masih banyak desa dan daerah lain yang memerlukan bantuan. Belajar dari keberhasilan P&G bersama dengan Unicef serta partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah di Sukabumi, ke depannya P&G berencana untuk memperluas program percontohannya ke daerah lain. Diharapkan melalui kampanye "Satu Tahun Seribut Balita Cerdas", P&G Balita Cerdas akan terus berkembang untuk membantu mencerdaskan anak bangsa dan membuat masa depan mereka lebih cerah!

0 komentar:

Posting Komentar