Mari Satukan Cinta UntuK Balita Indonesia

Secangkir Kopi di Kafe Untuk 3 Anak Balita Bookmark and Share

Mau ngopi di mana kita hari ini? Kafe dekat kantor? Atau di mall tempat kita biasa hang out sama temen-temen? Kalau di inget-inget, kira-kira berapa biaya yang biasa kita habiskan untuk segelas kopi tiap kali kita ngumpul atau sekedar ngobrol bareng temen? Tau gak sih, segelas kopi yang kita beli dapat membiayai 3 anak balita untuk menjalani pendidikan anak usia dini (PAUD).

Berdasarkan data dari Unicef masih sekitar 15 juta anak usia dini di Indonesia belum tersentuh pendidikan anak usia dini. Padahal pendidikan anak usia dini itu sebenarnya penting banget. Dari berbagai penelitian membuktikan, usia dini (0-6 th) merupakan periode atau masa keemasan (the golden age) yang sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya. Pada masa ini seorang anak mampu menyerap ide dan pengetahuan jauh lebih kuat daripada orang dewasa.

Untuk itu kesadaran pentingnya PAUD harus terus disosialisasikan sampai ke pelosok desa. Salah satu contoh sosialisasi PAUD sudah merebak di beberapa desa di pedalaman Sukabumi. Di desa Benda, kecamatan Cicurug Sukabumi kita bisa melihat fenomena yang mengharukan. Anak-anak balita setiap pagi menapaki jalan panjang curam dan berliku untuk sampai di sekolah, sebuah Taman Posyandu. Mereka tampak bersemangat walau ke sekolah dengan hanya beralaskan sandal. Orang tua mereka rata-rata bekerja sebagai buruh pabrik, petani, tukang batu, pedagang es, tukang ojek. Mereka di sana belajar gratis tanpa dipungut bayaran. Bukan hanya bermain sambil belajar, tapi mereka juga diajarkan cara hidup sehat.

Serli, Bunga, Sri Mulyani, Hasan, Delia, Tomi dan puluhan anak lainnya di desa Benda sama dengan anak lainnya di kota. Mereka mempunyai hak yang sama untuk mengenyam pendidikan demi menyongsong hidup dan masa depan yang lebih cerah!

Mari mulai hari ini kita renungkan, setiap kali kita minum segelas kopi di kafe, bisa berarti banyak untuk balita Indonesia.

Selamat ulang tahun anak-anak Indonesia! Jangan lupa memeluk dan mencium anak, keponakan kita hari ini. Mari satukan cinta untuk balita Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar