Mari Satukan Cinta UntuK Balita Indonesia

Belajar sambil bermain… by:jigmegovinda Bookmark and Share

Ingatkah kita bagaimana perasaan kita waktu kecil ketika bermain? Betapa bergairahnya waktu kita menemukan sesuatu. Bersemangat untuk belajar mengenali bentuk, warna, suara sambil bermain. Begitulah bermain bagi anak dapat membuka pintu pembelajaran. Dan pembelajaran lewat permainan itu tidak perlu rumit. Bisa saja dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita.

Untuk itu luangkan waktu sejenak misalnya setiap akhir minggu dengan bermain bersama anak. Ajarkan anak-anak untuk menyentuh beragam obyek di sekitarnya; misalnya merasakan teksturnya; air, plester semen, kayu, plastik, kaca, kertas, kain, kulit, rambut. Atau mendengarkan suara; tawa, percakapan, musik, lalu lintas, pesawat di angkasa, dan kicauan burung. Dan jangan lupa ajarkan juga bebauan. Seperti menghirup aroma masakan berbumbu, mengendus setangkai bunga, menghirup aroma rumput yang baru dipotong, tanah yang habis disiram hujan. Dari situ anak secara langsung akan belajar tentang alam bahkan spiritual yang mendasar dan sederhana. Anak akan sangat senang dengan setiap penemuan dan dari situ ia akan bisa menyerap pengetahuan secara langsung.Waktu bermain adalah satu area yang paling memberikan rasa senang, relaksasi, hiburan dan merupakan sosialisasi pendidikan untuk semua orang. Selama bermain, kita juga bisa membantu si kecil membayangkan dunia baru secara keseluruhan. Sepanjang hidupnya, segala aktivitas seperti itu akan merangsang kreativitasnya, selera humornya, rasa keseimbangan dan proporsinya, rasa ingin tahunya, logikanya, perkembangan sosialnya dan masih banyak lagi. Yuk.. sediakan waktu tiap akhir minggu untuk bermain dengan anak-anak kita????

3 komentar:

Uncle mengatakan...

Setuju dengan artikel di atas.Masa kanak-kanak memang identik dengan bermain...
Bermain adalah pintu masuk ke dunia Kanak-kanak untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan usianya...

shinta mengatakan...

artikel yang bagus, saya baru menyadari bahwa masa-masa itulah mereka sebenrnya butuh perhatian yang extra. saya jd merasa menyesal bahwa ternyata perkejaan itu sbnrnya bisa kita tinggalkan dahlu sampai buah hati kita benar-benar sudah bs mandiri.

pelangi anak mengatakan...

Saya sependapat dengan artikel di atas. Secara langsung anak akan belajar tentang alam dan spiritual yang mendasar dan sederhana. Sungguh suatu pembelajaran yang menarik dan bermanfaat. Jadi bisa dikatakan gaya belajar anak adalah bermain, melalui permainan dan bereksplorasi.

Posting Komentar